Oleh karena gagasan Dankor Brimob Polri, Komjen Imam Widodo menyatukan museum dan perpustakaan ke dalam unit wisata, sangat tepat. Terutama di zaman yang terus berubah, dengan segala kemajuan teknologi.
Wisata Juang Brimob Polri ini tak boleh "stug" dalam konteks isi dan suasana. Tak ada kata "discontinuing".
Dia hanya akan terhenti, bahkan mati, ketika kejujuran penelitian demi kejujuran pengungkapan disetop.
Moga WJBP R. Soeprapto terus berkembang sebagaimana Dankor Brimob ke-14 (telah almarhum), yang amat dikenal "Bicara efisien, efektif, mengajak personelnya kreatif dan benar dalam menyelesaikan masalah." (*)
