Laju inflasi tinggi, fenomena strong dollar, krisis pangan hingga perang yang jauh dari kata ‘damai’ menjadi alasan kuat semua pemangku kepentingan di dunia menyalakan alarm bahaya.

Menteri Luhut memberikan sedikit clue bahwa meski di tengah ancaman resesi yang membuat semua negara khawatir, ada satu sosok ‘malaikat’ yang bisa membuat Indonesia tidak terdampak dari ‘ngerinya’ fenomena resesi. Cina, negara yang diakui sendiri oleh menteri Luhut.  

Disebutkan ekonomi Indonesia kini mampu tumbuh sekitar 5%, kembali seperti sebelum pandemi COVID-19 terjadi. Ke depan, ketika banyak negara alami krisis, Indonesia diperkirakan masih mampu tumbuh tinggi.

Luhut menuturkan, delapan tahun terakhir hubungan Indonesia dan Cina sangat erat, baik di bidang perdagangan maupun investasi. Termasuk ketika Presiden Xi Jinping menempatkan Indonesia sebagai poros maritim.“Jadi ini seperti pohon besar yang sudah tumbuh karena kerja sama tadi,” ujarnya.

Menurut Luhut, China juga aktif dalam transfer ilmu pengetahuan dan teknologi ke Indonesia. Hal ini turut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya Indonesia bagian timur.