Akibat tindakannya yang dinilai tidak mencerminkan pribadi seorang guru, dia dan keluarganya mendapat perundungan, dicari-cari kesalahan lainnya hingga terancam kehilangan pekerjaan. Pengabdiannya selama bertahun-tahun sebagai seorang guru seolah menguap begitu saja hanya dengan adanya video berdurasi 20 detik.
Film ini menghadirkan kritik yang terasa akrab dengan kondisi zaman sekarang ketika media sosial bisa menjadi senjata yang berbahaya untuk kehidupan orang lain. Film ini juga menggambarkan bagaimana media dapat menyudutkan satu pihak dan dapat menghancurkan hidup pihak tersebut.
Sebagai film yang telah diakui di kancah nasional maupun internasional, film ini berhasil memukau banyak penontonnya, termasuk berbagai jajaran Pemerintah Kota Kendari yang hadir menonton bersama saat peresmian bioskop Cinema XXI Kendari.
Salah satunya adalah Muttawakil, perwakilan dari Dinas Kominfo Kota Kendari. Dirinya menjelaskan bagaimana film tersebut layak mendapatkan 17 nominasi piala citra berkat kisah yang ditawarkan serta banyaknya visual memukau yang ditampilkan.
“Indah sekali (visualnya), jalan ceritanya juga bagus, layak dapat belasan nominasi piala citra,” jelasnya setelah nonton bersama.
