Singkat cerita, saat sudah lebih mengenal satu sama lain dan perasaan cinta di antara keduanya telah muncul, sang suami pun akhirnya memutuskan mengajak Nurmila untuk menikah.
“Walau perbedaan umur kami cukup jauh saat itu, karena suami saya duda, tapi saya nyaman dengan dia jadi saya pun menerimanya,” ujarnya.
Sebelum menikah, Nurmila memutuskan menjadi mualaf dengan mengucapkan dua kalimat syahadat lebih dulu, di salah satu masjid yang berada di Kabupaten Muna.
Nurmila mengaku, tidak ada larangan atau pertentangan apapun antara ia dan keluarga besarnya saat dirinya memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.
“Karena di dalam keluarga keputusan ada di tangan orang yang menjalani itu sendiri, jadi agama itu bukanlah hal yang bisa menjadi hambatan bagi kami untuk bersama orang yang kami sayang,” ungkapnya.
