Sementara itu, Kepala BPVP Kendari Dr La Ode Haji Polondu dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengharapkan output dari pelatihan yang terselenggara saat ini adalah terciptanya asesor yang handal dalam melaksanakan asesmen kompetensi.
"Ini sangat penting, karena tuntutan jaminan kompetensi kerja terus meningkat sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dunia usaha atau dunia industri, baik pada tingkat nasional maupun internasional," sebutnya.
Polondu yang juga sebagai Dewan Pengarah LSP BPVP Kendari memaparkan bahwa pada umumnya capaian kompetensi didapatkan dari proses lembaga pendidikan, lembaga pelatihan dan pengalaman kerja.
Untuk pelatihan kerja, lanjut dia, BPVP Kendari sudah menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetesi (PBK) yang di dalamnya ada standar kompetensi, kerangka kualifikasi, strategi dan materi pembelajaran mampu telusur dengan standar kompetensi, serta asesmen berbasis kompetensi sekaligus sertifikasi yang dilakukan lembaga independen yaitu LSP BPVP Kendari guna memberikan jaminan terhadap capaian kompetensi siswa yang telah ditempuh selama pelatihan.
"Pada konteks pelaksanaan uji kompetensi atau penilaian berbasis kompetensi, mensyaratkan tersedianya Asesor Kompetensi atau Workplace Assessor sebagai salah satu komponen utama dalam proses penilaian. Hal itu yang sedang dilaksanakan saat ini, para peserta akan diuji setelah pelatihannya dan jika lulus dan dinyatakan kompeten maka dapat menjadi asesor," jelasnya.
