KENDARI, TELISIK.ID - Studi berjudul "Delayed clearance of SARS-CoV2 in male compared to female patients: High ACE2 expression in testes suggests possible existence of gender-specific viral reservoirs" menyebut, virus corona dapat hidup dan bertahan di testis pria.

Temuan itu dianggap menjadi alasan mengapa pria lebih banyak terkena COVID-19 daripada wanita. Dilansir Metro, studi ini menjelaskan, virus terikat dengan protein dalam tubuh yang ditemukan di paru-paru, usus, dan jantung.

Begitu pula pada testis. Virus mengikat sel-sel yang mengandung protein ACE2 atau enzim pengonversi angiotensin 2. Oleh karena itu, virus memiliki kemungkinan untuk hidup di testis pria.

"Kandungan ACE2 RNA dan protein yang tinggi dalam testis mengarah pada hipotesis bahwa ada kemungkinan virus bertahan lama di testis." di kutip dari laman wartakotalive.com.

"Testis mungkin memiliki kaitan terhadap persistensi virus, dan harus diselidiki lebih lanjut oleh studi klinis yang lebih besar," tulis peneliti.