JAKARTA, TELISIK.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, biaya yang dikeluarkan untuk menangani dampak pandemi COVID-19 begitu besar.
Hingga saat ini sudah tembus US$ 12 triliun atau Rp 168.000 triliun (kurs Rp 14.000/US$).
Biaya tersebut gabungan untuk penanganan dampak pandemi COVID-19 dari seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Itu hanya untuk pengeluaran dari sisi fiskal saja.
"Jika dihitung dari seluruh negara di dunia sudah mengeluarkan atau melakukan instrumen kebijakan fiskal bahkan mencapai lebih dari US$ 12 triliun," ujarnya dilansir dari Cnbcindonesia, Kamis (11/11/2021).
Sementara itu, dari kebijakan moneter biaya yang telah dikeluarkan lebih dari US$ 7 miliar. Nilai tersebut menandakan betapa dahsyatnya dampak pandemi COVID-19 bagi seluruh negara di dunia.
