MUNA, TELISIK.ID - COVID-19 masih terus mengancam warga Sultra. Di Indonesia, Bumi Anoa menempati urutan ke tiga penularan virus mematikan itu.
Para perawat pun dibuat kewalahan serta mempertaruhkan nyawa dalam menangani pasien yang terkonfirmasi positif. Akan tetapi, masyarakat masih terkesan abai dengan penyakit itu. Parahnya lagi, bila telah ada yang positif, lantas disembunyikan.
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sultra, Heryanto menerangkan, hal harus digaris bawahi adalah seseorang yang terpapar COVID-19 bukanlah menjadi aib. Oleh karena itu, jangan disembunyikan, karena akan merugikan keluarga dan orang banyak.
"Jadi harus terbuka, agar masyarakat tahu dan bisa melindungi diri," kata Jubir Satgas COVID-19 Bombana, Heryanto.
Baca juga: Soal Gaji dan Upah, Pernyataan Dirut PDAM Busel Dibantah
