KENDARI, TELISIK.ID - Pada awal Maret 2020 pandemi COVID-19 melanda Indonesia dengan mengonfirmasi beberapa pasien yang dinyatakan positif, tidak lama berselang disusul dengan berita positifnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Dengan divonisnya Menteri Perhubungan positif COVID-19 seakan membuat panik dan menampar pemerintah juga masyarakat kita yang awalnya jumawa mengganggap masyarakat Indonesia kebal terhadap virus ini.
Tanpa jeda, jumlah penderita positif COVID-19 tersebar hampir ke seluruh penjuru Indonesia, angkanya tak terbendung mencapai ribuan yang terdeteksi positif, ratusan yang meninggal, ada yang masih ODP, PDP dan OTG.
Korban berjatuhan dan terus meningkat, tidak hanya masyarakat biasa, pejabat dan juga garda terdepan tenaga kesehatan mulai dari dokter dan paramedis mulai berjatuhan, ikut menjadi korban keganasan virus ini, bahkan yang ironis dan menyesakkan, dokter dan paramedis yang berjuang mati-matian menangani penderita COVID-19 tidak diterima masyarakat dimana mereka tinggal.
Ada hal yang paling miris dari wabah ini adalah bukan karena hilangnya manusia akan tetapi hilangnya kemanusiaan di tengah wabah ini. Yang jelas mereka yang telah berbau virus ini terstigma aib dan akan dijauhi oleh sekelilingnya.
