Baca juga: Keluarnya Narapidana di Masa Pandemik, Perlukah?
Karena itu, tulisan ini menyarankan dua poin sebagai berikut: Pertama, biarlah penanganan masalah COVID-19 diserahkan sepenuhnya kepada pihak terkait, yaitu gugus yang telah dibentuk dari pusat hingga daerah, institusi kesehatan, pemerintah dan pihak terkait lainnya. Masyarakat tinggal mengambil bagiannya yaitu melaksanakan saja protokol kesehatan yang ada sesuai himbauan pemerintah, misalnya jaga jarak, pakai masker, sering cuci tangan, dan tidak berkeliaran ke luar rumah bila tidak penting atau mendesak, serta aktif mengecek kesehatan bila mengalami gejala serangan virus.
Dengan pilihan ini, maka tidak banyak energi yang terbuang percuma sebab ketakutan berlebihan terkena virus corona, seperti selama ini terjadi. Mewujudkan semangat positif manfaatnya akan meningkatkan imun tubuh terhadap potensi serangan penyakit. Begitu kata banyak ahli. Jadi mengurangi kepanikan.
Kedua, masalah “isi perut” tidak perlu terlalu dikhawatirkan apalagi menimbulkan kepanikan. Oleh sebab di bidang pemerintahan sudah ada yang menangani. Di masyarakat kegiatan usaha kecil hingga menengah sebagai pelaku bisnis pangan (pedagang), petani, pelaku agribisnis lain, pasar-pasar di mana banyak kebutuhan pangan tersedia dan lain-lain, diperlakukan protokol yang ketat namun tidak terlalu dibatasi.
Baca juga: Diskusi Demokrasi di Tengah Pandemi
