Bahkan agar tidak was-was, di banyak tempat sistem pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di masa darurat COVID-19 ini menggunakan sistem antar jemput seperti sistem pasar online. Untuk ketahananan pangan keluarga bisa menggalakkan menanam di rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Nah, ini yang perlu dipacu.

Hingga saat ini, dengan semakin meningkatknya tren jumlah korban terpapar COVID-19 di negeri ini, membuat situasi kedaruratan semakin meningkat. Jumlah korban menurut data Gugus Tugas Covid-19 Nasional hingga tanggal 27 Mei 2020 mencapai positif 23.851 kasus, sembuh 6.057, dan meninggal 1.473. Info grafis menunjukkan hal itu. Ini tentu tidak boleh dibiarkan.

Perlu ketegasan, kejelasan, keteladanan, dan langkah-langkah yang terukur semua pihak terkait terutama dari pihak pemerintah. Sebagai pemimpin negara di situasi krisis seperti ini, Presiden Jokowi memimpin dan memegang tanggung jawab ini. Lalu rakyat memenuhi berbagai protokol kesehatan menghadapi COVID-19 dengan baik dan benar. Himbauan seperti fokus bekerja di rumah adalah salah satu solusi dan bisa menjadi kebiasaan baru. Kalau tidak, tampaknya kasus COVID-19 ini belum akan berhenti sampai waktu yang tidak diketahui.

Baca juga: Mendadak E-Learning

Fokus pada 2 Kekuatan Pangan