Hal itulah yang membuat Filipina harus mengambil tindakan ketat, dengan memaksa rakyatnya sendiri supaya mau mendapatkan vaksin COVID-19.
Duterte membuat pengumuman itu dalam pidato yang disiarkan televisi pada 21 Juni, setelah laporan cakupan vaksinasi yang rendah di beberapa lokasi vaksinasi di ibu kota Manila.
Baca juga: Wow! Cristiano Ronaldo Jadi Orang Pertama Punya 300 Juta Lebih Followers di Instagram
Kata-kata Duterte kontras dengan pernyataan pejabat kesehatan, yang mengatakan bahwa orang-orang didorong untuk mendapatkan vaksin COVID-19 secara sukarela.
"Jangan salah paham, ada krisis di negara ini. Saya hanya kesal karena orang Filipina tidak peduli dengan pemerintah," kata Duterte.
