Ia mengaku, menutup warungnya sejak awal diumumkannya pasien positif COVID-19 ini, karena ini bukan soal untung rugi saja, tapi mengambil peran bersama untuk mengurangi penyebaran virus Corona di masyarakat Sultra.

Memang, lanjut dia, secara materi bisa rugi ratusan juta, tapi kesehatan masyarakat tentu tak bisa dinilai dengan materi.

"Saat ini kami belum ada alternatif, saat ini kami lebih pada bersabar saja dulu, sebab ini juga bagian dari resiko bisnis," lanjutnya.

Ia berharap, pemerintah juga perlu serius dalam penanganan wabah ini, dan informasi harus juga disampaikan terbuka agar masyarakat tidak menduga-duga.

"Semoga wabah ini segera diangkat oleh Allah", tutupnya.