Baca juga: Saudi Arabia Kembali Buka Penerbangan, Indonesia Masih Dikecualikan

Ness dievakuasi dari lereng Gunung Everest dengan helikopter dan dibawa ke sebuah rumah sakit di Kathmandu, Nepal, setelah menghabiskan waktu di base camp Everest. Tidak diketahui pasti kronologi Ness tertular COVID-19.

Televisi Norwegia, NRK, yang mewawancarainya, melaporkan bahwa salah satu sherpa atau pemandu tim pendakian Ness juga dinyatakan positif COVID-19.

"Saya sungguh berharap agar tidak ada orang lain yang terinfeksi COVID-19 di ketinggian gunung ini. Mustahil untuk mengevakuasi orang-orang dengan sebuah helikopter ketika mereka berada di ketinggian 8.000 meter," ucapnya, dilansir detik.com, merujuk pada ketinggian Gunung Everest yang mencapai sekitar 8.848 meter.

Diketahui bahwa bernapas sulit dilakukan di ketinggian yang sangat tinggi, sehingga wabah penyakit apapun di kalangan pendaki memicu risiko kesehatan besar.