Selain faktor cuaca, kondisi pasar tempat mereka menjajakan jualannya juga bermasalah. Pasar yang disiapkan pemerintah di Kelurahan Bandar Batauga, Kecamatan Batauga, dianggap tidak layak dan minim pembeli.

"Pertama saya rugi satu juta lebih. Satu bulan kemudian bukan tambah ada uang tapi makin habis. Makanya kita sabar saja. Kita mau mengeluh sama siapa," keluhnya.

Senada dengan Tuti, Nirfaiza (49) juga keluhkan harga jual ikan yang satu bulan terakhir ini semakin mahal. Biasanya ia membeli ikan jenis layang Rp 150 ribu setiap boks nya, kini naik menjadi Rp 300 ribu.

"Masalahnya mereka (para nelayan, red) di Siompu dan Kadatua tidak bisa menyebrang," pungkasnya.

Baca Juga: Pemprov Sultra Gunakan SMKN Satu Kendari untuk Tes Calon ASN