Sejak dibentuk tiga pekan lalu, satgas ini terus memantau pembersihan yang dilakukan di masing-masing kecamatan dan kelurahan yang dipimpin camat dan lurah masing-masing.

"Ini kami sudah berjalan selama 3 Minggu, semenjak Pak Pj wali kota dilantik, dua hari kemudian kami rapat dan membentuk tim satgas dalam rangka penataan Kota Kendari secara umum," ujarnya.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, meminta semua OPD untuk bersama-sama melibatkan semua pihak dalam menjaga kebersihan kota, bukan hanya karena ada penilaian adipura.

Asmawa mengungkapkan, pelibatan lurah dan RW/RT juga dibutuhkan, apa lagi para RW dan RT mendapatkan insentif dari Pemerintah Kota Kendari. Termasuk ASN di masing-masing OPD untuk menjaga kebersihan kantornya dan menjadi contoh di lingkungan tempat tinggalnya.

"Satgas adalah organ yang akan melakukan monitoring bagaimana kinerja camat, bagaimana kinerja ASN di wilayah masing-masing, kalau ada Pak asisten selaku ketua satgas yang misalnya ASN kita di Kota Kendari rumahnya banyak sampah menumpuk tolong sampaikan ke kita," tegas Pj Wali Kota Kendari.