"Rawit Rp 130 ribu, itu dari harga awalnya kisaran Rp 60 ribu - Rp 70 ribu per November ini," ungkap Nasra, Senin (2/11/2026).
"Faktor cuaca yang mungkin panas pengaruh juga sama hasil panen," lanjutnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buton Selatan, La Ode Safii, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah strategis untuk merespons lonjakan harga cabai di pasaran belakangan ini.
"Kenaikan ini terjadi karena faktor cuaca dan gagal panen di tingkat petani lokal, kami akan segera mengambil langkah intervensi pasar agar harga dapat kembali normal dan terjangkau oleh masyarakat," ujar Safii.
Ia menuturkan kenaikan harga cabai rawit terjadi secara merata akibat gangguan pasokan dari luar daerah yang mengalami penurunan hasil panen akibat faktor cuaca ekstrem serta gagal panen di sejumlah daerah sentra produksi. Kendati demikian, pasokan untuk komoditas pangan lain terpantau masih relatif stabil.
