Mantan Mensos ini mengatakan, berdasarkan analisis iklim yang dilakukan oleh BMKG diketahui adanya pola tekanan rendah di Australia bagian Barat yang mengakibatkan terbentuknya konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Jawa Timur.

“Hal ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif,” jelasnya.

Baca Juga: Camat di Manggarai Diminta Siaga Cuaca Ekstrem dan Perhatikan 5 Hal Ini

Kepala Stasiun BMKG Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan, cuaca ekstrem berpotensi melanda beberapa wilayah Jawa Timur dalam satu pekan ke depan.

Taufiq mengatakan aktifnya La Nina, gelombang Rossby dan gelombang Kelvin di beberapa wilayah Jawa Timur juga menimbulkan potensi cuaca ekstrem yang patut diwaspadai.