JAKARTA, TELISIK.ID - Dalam beberapa pekan terakhir, cuaca panas ekstrem dirasakan di berbagai wilayah Indonesia, dengan suhu yang terasa seperti "memanggang" tanah air.

Namun, kondisi ini diprediksi akan segera mereda pada awal November, seiring peningkatan curah hujan yang mulai terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa perubahan cuaca ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk pergerakan siklon tropis dan fenomena Gerak Semu Matahari.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyebutkan bahwa adanya Siklon Tropis Kong-rey yang kini menjauhi wilayah Indonesia dan diperkirakan melemah, akan membuka peluang untuk pembentukan awan hujan.

"Dalam beberapa waktu ke depan, seiring dengan Siklon Tropis Kong-rey yang akan menjauhi wilayah Indonesia dan diprediksi akan melemah serta adanya potensi aktifnya gelombang ekuator Rossby dan nilai OLR negatif di wilayah Jawa, maka akan dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan dalam beberapa hari ke depan," ujar Ardhasena, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (31/10/2024).