Hal yang sama juga dirasakan Rudi (43), selaku sopir Angkot jurusan Pasar Sentral Kota-Kampus UHO itu mengaku, jika saat ini penumpang begitu kurang.
Dibanding sebelum COVID-19 melanda Indonesia, penghasilan sopir Angkot bisa dibilang dapat menunjang kehidupan keluarga.
"Aduh, kalau sekarang ini penumpang untung-untungan saja kita ini tidak lari kosong," sebutnya.
Ia pun berharap agar pemerintah dapat lebih memerhatikan profesi transportasi umum seperti mereka, yang setiap harinya semakin sulit mendapat penumpang.
"Kalau bisa sopir angkot seperti kita ini dapat bantuan juga lah dari pemerintah," harapnya. (B)
