Berdasarkan data tersebut, Prof. Dr. Baru Sadarun menjadi bakal calon dengan total harta kekayaan terbesar yang tercatat mencapai Rp 14.065.000.000.

Sebagian besar asetnya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di Kendari, Konawe, dan Bogor dengan nilai mencapai Rp 13.600.000.000.

Posisi berikutnya ditempati Prof. Dr. Ruslin dengan total kekayaan Rp 5.843.752.002. Aset yang dimiliki antara lain tanah dan bangunan senilai Rp 3.010.000.000 serta kas dan setara kas sebesar Rp 2.381.752.002.

Sementara itu, Prof. Dr. Edy Karno tercatat memiliki total kekayaan Rp 4.242.148.550. Nilai tersebut berasal dari tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas setelah dikurangi kewajiban utang.

Di kelompok berikutnya terdapat Prof. Dr. Takdir Saili dengan total kekayaan Rp 3.875.451.912 dan Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande sebesar Rp 3.835.471.064. Keduanya memiliki aset yang didominasi kepemilikan tanah dan bangunan serta kas dan setara kas bernilai cukup besar.