4. Hamas (Palestina)

Meski kemampuan militernya telah banyak dilemahkan oleh Israel dalam dua tahun terakhir, Hamas tetap menjadi bagian dari jaringan dukungan Iran. Kekuatan politik dan ideologisnya di Gaza dan Tepi Barat menjadikan Hamas elemen penting dalam kalkulasi Iran.

Namun, pengamat menilai kondisi jaringan sekutu Iran saat ini tidak sekuat sebelumnya. Andreas Krieg dari King’s College London mengatakan bahwa jaringan itu kini lebih longgar.

“Iran bukan lagi benar-benar 'poros', melainkan jaringan longgar di mana setiap orang sebagian besar sibuk dengan kelangsungan hidupnya sendiri,” ujarnya.

Penilaian serupa datang dari Ian Parmeter, peneliti Timur Tengah dari Universitas Nasional Australia. Ia mengatakan, “Iran berada dalam kondisi terlemahnya dalam lebih dari 40 tahun. Tidak ada sekutunya yang mampu mendukungnya seperti dulu.”