Menurut informasi dari para PKL, lanjut dia, mereka sudah beberapa kali melakukan upaya persuasif ke Bupati untuk membahas penyelesaian persoalan ini. Hanya saja Bupati tidak pernah menemui mereka.
"Ini miris, karena persoalan ini berkaitan dengan isi perut. Harusnya pemerintah dalam hal ini bupati hadir dalam persoalan ini," beber Adrian saat dikonfirmasi usai berdialog bersama perwakilan pemerintah.
Baca Juga: Tiba di Pelabuhan Nusantara, Penumpang Serbu Kapal Ekpress Pricilia 88
Menurut Adrian, pemindahan PKL dari pelataran Pantai Boti ke lapangan Lakarada diduga kuat berkaitan erat dengan proyek pengadaan 48 gerobak dagang oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Busel.
Gerobak-gerobak tersebut hendak diaktifkan. Hanya saja, tak ada sarana pendukung yang dapat membuat daya tarik pelanggan untuk datang berkunjung.
