"Celakanya, dari 48 gerobak yang ada, hanya delapan gerobak yang aktif saat itu. Sekarang tinggal empat yang menjual. Sementara para PKL ini terus merugi," imbuhnya.

Salah seorang PKL, Anti mengaku kecewa dengan kebijakan pemindahan tersebut. Apalagi hingga kini tak ada kejelasan dari pemerintah terkait nasib mereka.

"Kasian dengan nasib kita ini, hanya disuruh sabar, sabar saja. Sementara bank datang terus menagih ini," kesalnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Busel, Drs La Siambo selaku perwakilan pemerintah daerah yang menerima aspirasi masyarakat mengatakan, pihaknya akan menyampaikan seluruh aspirasi tersebut kepada Bupati.

Sebab, dirinya sebagai Sekda bukan pengambil kebijakan terkait dengan persoalan tersebut.