Baca Juga: Kendari Undercover: Kisah PSK Tua Jadi Rebutan Pekerja Tambang dengan Permintaan Aneh
Namun, tenaganya terlalu banyak terkuras dibanding ketika ia menjual bensin eceran. Untuk itulah ia berkeyakinan berhenti menjadi pekerja bangunan.
Sementara, pengakuan Edi, memang untungnya tak bisa dipatok dalam sehari. Tetapi paling tidak, tenaga mereka tidak begitu terkuras.
"Kalau lagi rame, terjual bisa dua jerigen sehari. Itu Rp 200 ribu. Apalagi sekarang lagi banyak antrean. Tapi kalo lagi sepi, bisa tidak ada yang terjual satu hari," kata Edi.
Satu-satunya modal yang harus konsisten, lanjut Edi, adalah kesabaran. Sebab usaha yang mereka jalankan memang pasang surut. Namun hal itu bukanlah kendala yang berarti.
