Contoh kecil saja, ketika seorang anggota dewan, berkata saya orang yang pertama tak mau divaksin, menolak divaksin. Kata itu terkesan biasa saja, tetapi kata itu menunjukkan satu sisi partai tak sepenuhnya mendukung presiden, dan di sisi lain, partai takut elektabilitasnya merosot tajam.
Baca juga: Korupsi Menggurita, Ini Solusinya
Pelajaran dan Sikap Tegas
Pelajaran dari atas nama wakil rakyat, atas nama bersuara untuk rakyat, yang padahal kita dapat mempertanyakan dengan bahasa anak milenial, kemarin ke mana suaramu?
Suaramu keras bukan untuk rakyat tetapi sekadar curhat semata, yang diambil dari banyak kabar beredar. Suaramu hanya untuk pencitraan semata.
