Jika, benar wakil rakyat itu benar-benar tegas, benar-benar sepenuhnya mewakili rakyat. Sebagai pendukung pemerintah, partainya pemerintah, partainya presiden Jokowi, sebagai wakil rakyat yang sungguh-sungguh mengedepankan rakyat, kesehatan dan keselamatan rakyat.

Yang bisa disampaikannya jika menunjukkan keseriusan: saya dan mungkin-mungkin teman-teman yang berada di ruangan ini menganjurkan kepada pemerintah untuk menunda pelaksanaan vaksin sampai benar-benar jelas isu-isu yang beredar ini, kami meminta kepada pemerintah untuk melakukan proses evaluasi kembali prosedur yang dilaksanakan oleh pemerintah saat ini, demi untuk kesehatan dan keselamatan rakyat.

Kalimat menolak vaksin, tidak mau divaksin, itu adalah bentuk sikap tak berani mengambil risiko sebagai pendukung pemerintah. Sikap khawatir alamiah manusia, yang mengkhawatirkan risiko dari vaksin itu sendiri.

Tetapi sangat disayangkan sikap tak solid ini tetap dilanjutkan, dengan bahasa koreksi melalui rilis media, bahwa pernyataan itu bagian tugas sebagai wakil rakyat, sebagai bentuk pengawasan. Padahal, dari bahasa itu, jelas untuk tujuan pencitraan semata, tak berani tanggung risiko jika terjadi kegagalan vaksin secara meluas.

Ini menunjukkan lagi-lagi presiden sendiri, ia sunyi di keramaian, ia yang akan menanggung resiko sendiri, citra buruk seolah tanggung jawabnya sendiri atas kerjanya seorang diri.