Akan banyak upaya pembenaran hadir di publik, kita adalah mitra strategis, partai tidak boleh benar-benar manut terus kepada presiden meski partai pengusung pemerintah, parlemen dan eksekutif harus tidak boleh sekamar bareng karena ini adalah sistem presidensial bukan parlementer.

Sayangnya, atas pernyataan, rilis media yang coba menjelaskan dengan terang-benderang, dapat dikatakan sudah telat, masyarakat sudah kembali terbelah, terjadi pro dan kontra, yang menerima dan menolak. Kawan seiringan yang dulu lantang berbicara, kami siap di vaksin, akhirnya menjadi kawan-kawan yang membuat Presiden menjadi penyendiri di tempat keramaian.

Semestinya, jika partai benar-benar serius mendukung pemerintah, maka proses yang telah dijalani harus terus dikritisi, hingga benar-benar program vaksin ini tepat, jika dihari terakhir menuju vaksin dirasa belum sesuai, keamanan dan kesehatan masyarakat tak bisa dijamin, selayaknya merekalah yang lebih dulu menyatakan meminta presiden untuk memundurkan jadwal pelaksanaan vaksin hingga terang benderang mekanisme prosedur yang dijalankannya untuk diketahui masyarakat.

Sekarang, jelas bahwa sikap masyarakat sudah terbelah akibat dagelan politik, tak berani mengambil risiko, demi pencitraan. Rilis media untuk meluruskan sudah membuat kepercayaan masyarakat terhadap program vaksin menurun. Maka yang perlu dilakukan, PDI Perjuangan harus berani mengambil risiko bersama pemerintah, sebagai pendukung pemerintah, utamanya di Senayan, para wakil rakyat seluruhnya dari PDI Perjuangan harus menunjukkan bukti, soliditas, dengan melakukan vaksin secara live, dan transparan.

Jika ini bukanlah dagelan, ini bukan strategi politik merawat citra. Bukankah pandemi covid-19 harus segera diselesaikan, bukankah sebagai pendukung pemerintah, sebagai legislator di Senayan, yang juga turut menyetujui proses ini.