Maka dari itu, waktu tersebut menjadi awal dari berbagai aktivitas penyembelihan, pembagian, dan konsumsi daging kurban. Aktivitas inilah yang menjadikan hari Tasyrik penuh dengan suasana kebersamaan dan rasa syukur.
Salah satu dasar pelarangan puasa pada hari Tasyrik dapat ditemukan dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
???? ????? ?????? ?????? ??????? ????????? ??????: ???? ????????? ??? ???????? ???????????? ???? ???????? ?????? ?????? ???? ?????? ?????????
“Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari, no. 1859)
Hadits ini menunjukkan bahwa hari Tasyrik dikhususkan untuk makan dan minum, bukan untuk menahan diri dari keduanya. Hikmah di balik larangan puasa ini adalah agar umat Islam dapat menikmati nikmat Allah melalui hidangan daging kurban yang dibagikan secara luas.
