Terkait istighfar di waktu sahur, Nabi SAW memperkuat, “Pada setiap malam, Allah SWT turun ke langit dunia, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Dan Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Mengenai berapa kali istighfar dipanjatkan, Nabi SAW menjelaskan, “Demi Allah, sesunguhnya aku beristighfar (memohon ampun) kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR. Bukhari). Dalam hadits lain, “…Sesungguhnya aku bertaubat sebanyak seratus kali dalam satu hari.” (HR. Muslim).
Kedua hadis ini memberi pelajaran agar kita beristighfar lebih banyak dari yang Nabi SAW lakukan. Dalam hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.” (HR. Muslim).
Aisyah berkata, “Rasulullah SAW biasa salat sehingga kakinya pecah-pecah. Kemudian aku bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa Engkau melakukan hal ini padahal Engkau telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang?” Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Tidakkah Engkau suka aku menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Muslim).
Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam Lubab al-Hadits mengutip hadis Nabi SAW mengenai buah memohon ampun.
