Kemudian kerbau dari 736 ekor dengan frekuensi 36 kali meningkat pada tahun 2021 menjadi 1.672 ekor, dengan frekuensi 87 kali atau naik 127,7%.
Kuda dari 104 ekor dengan frekuensi 23 kali menjadi 360 ekor, dengan frekuensi 70 kali atau naik 246,1%. Kambing dari 10.920 ekor dengan frekuensi 155 kali, menjadi 21.205 ekor dengan frekuensi 481 kali atau naik 94,1%.
Kostan mengaku, pihaknya telah melakukan pengawasan di tempat pengeluaran di seluruh wilayah Flores dan Lembata.
"Tindakan karantina pun sudah dilakukan sebelum hewan dilalulintaskan untuk memastikan komoditas asal sub sektor peternakan ini sehat, layak, dan aman dikonsumsi oleh masyarakat," imbuhnya.
Kostan menambahkan, pihaknya mendorong para peternak melalui kerjasama, pendampingan, dan juga percepatan pelayanan tindakan karantina.
