KENDARI, TELISIK.ID – Sepanjang tahun 2024, Kota Kendari tercatat mengalami sekitar 119 kasus kebakaran yang meliputi rumah, lahan, hingga akibat arus pendek listrik. Kejadian-kejadian ini mayoritas disebabkan oleh kelalaian manusia.
Meski telah menyiapkan berbagai strategi untuk menangani kebakaran, seperti mendirikan tandon air di lokasi-lokasi strategis, Damkar Kendari masih menghadapi kendala sumber daya yang tersedia masih terbatas.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari, Junaidin Umar, mengungkap bahwa Damkar Kendari hanya memiliki tujuh unit kendaraan pemadam kebakaran yang siap operasional.
Sementara untuk memenuhi standar pelayanan minimal, idealnya dibutuhkan lebih dari 30 unit kendaraan pemadam.
Damkar Kendari juga menghadapi kendala dalam hal jumlah personel, yang kini terdaftar adalah 153 orang. Junaidin menegaskan, untuk memberikan pelayanan yang optimal, masih diperlukan lebih banyak personel yang terlatih.
