Dia yakin, jika bisnis ST Barber Shop miliknya itu cukup menjanjikan. Apalagi, kaum muda atau milenial saat ini sangat memperhatikan fashion, termasuk gaya rambut.
Pada masa pandemi, pelanggan yang datang untuk potong rambut kebanyakan dari kalangan pemuda dan pegawai di sekitar area tempat berdiri Barber Shop miliknya. Sebelum pandemi ia mengaku banyak dikunjungi pelajar.
"Sebelum pandemi COVID-19 biasa dapat per hari Rp 1 Juta - Rp 2 juta. Tapi di masa new normal seperti sekarang ini hanya berkisar Rp 200-500 per hari," ujarnya.
Baca juga: Kadin Harap Pengusaha Lokal Mampu Kelola Epicentrum Nikel di Sultra
Perihal protokol protokol kesehatan, Airi menyebut menjadi fokus utama di ST Barber Shop. Mulai dari menyemprot disinfektan alat-alat cukur dan potong rambut sebelum maupun sesudah digunakan.
