Baca juga: Demo Ricuh PT VDNI Rugi Rp 200 Miliar
Ia mencontohkan salah satu hotel besar di Kendari yang biasanya pembayaran airnya di atas Rp 100 juta turun menjadi Rp 6 juta.
Namun seiring diberlakukannya kebiasaan hidup baru (new normal) dan pembukaan hotel dan restoran dengan penerapan protokol COVID, maka pendapatan PDAM juga ikut membaik.
"Awalnya untuk bertahan kami harus lakukan penghematan dengan menetapkan skala prioritas, yang penting itu pembayaran listrik," imbuhnya.
Dia berharap, dengan penerapan protokol COVID-19 dengan membiasakan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak, bisa meminimalisir penyebaran COVID-19 di Kota Kendari, sehingga pertumbuhan ekonomi semakin membaik dan tentunya berdampak baik pada pendapatan PDAM. (B)
