KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Akibat kemarau berkepanjangan, pasokan air di lahan pertanian sangat berkurang, sehingga berdampak pada penurunan hasil pertanian. Seperti yang terjadi di Konawe Selatan, khususnya kawasan Lawoila dan Cialam.
Peran penting Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menangani masalah tersebut yakni sebagai wadah penyalur aspirasi terkait keluhan-keluhan petani, seperti serangan hama padi maupun dampak musim kemarau.
Salah satu program yang dicanangkan BPP, yaitu Asuransi. Pogram Asuransi ini merupakan program bantuan pemerintah, dimana petani membayar setiap kali panen per hektare sebesar Rp 36.000.
Ketika mengalami gagal panen, petani melaporkan berapa presentase lahan yang rusak, untuk diberikan bantuan. Sebagai contoh jika lahan rusak setengah hektare, masyarakat akan memperoleh bantuan subsidi setengah hektare.
Menurut Suparlan, Ketua Kelompok Tani, produktifitas padi biasanya 65 persen sampai 70 persen, namun di musim kemarau, hasil panen menurun signifikan menjadi 30 persen.
