Baca Juga: El Nino Sebabkan Harga Beras di Kota Baubau Melonjak Drastis

Berdasarkan pantauan Telisik.id di kawasan pertanian Lawoila, Rabu (25/10/2023), biasanya per satu hektare sawah dapat menghasilkan 5 ton, namun di musim kemarau jumlah tersebut dapat mengalami penurunan hingga 2-3 ton.

Sedangkan di kawasan pertanian Cialam, satu kavling sawah paling banyak menghasilkan padi 3 ton, tapi selama musim kemarau ini, sisa 1 ton.

Musim kemarau juga berdampak pada kualitas padi, dimana jumlah produksi buah atau malai kadangkala sedikit. Apabila ukuran padi tersebut kecil, maka banyak yang hancur, sehingga ketika dilakukan proses pemupukan, tentu membutuhkan pasokan air yang banyak. Jika pasokan air berkurang, akan menimbulkan permasalahan yang lain.

Keterbatasan pupuk juga menjadi kendala para petani. Diketahui, pupuk Urea dijual seharga Rp 112.000 sampai Rp 115.000. Sedangkan di kawasan pertanian Cialam, petani mengaku tidak merata memperoleh bantuan subsidi pupuk.