KONAWE, TELISIK.ID - Dampak pembangunan rehabilitasi jaringan induk irigasi bendungan Ameroro mengakibatkan sebagian persawahan di Konawe tidak melakukan produksi di musim tanam pertama dan kedua.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Distan) Konawe, Muhammad Akbar mengatakan, masyarakat Konawe akan kembali kehilangan produksi gabah kering sebanyak 5.040 ton yang berada di kawasan jaringan bendungan Lambuya 1 sampai 7 selama setahun ini.
"Kami telah memproyeksi dengan adanya dampak ini, Konawe tidak produksi gabah kering MT (musim tanam) 1 dan 2 selama setahun," katanya, Sabtu (12/3/2022).
Dikatakannya, pemberhentian aktifitas produksi gabah kering pada kawasan jaringan bendungan Lambuya 1 sampai 7 di MT 1 dan 2 tersebut, tidak mempengaruhi daerah lain yang tidak terdampak, mereka tetap berproduksi seperti biasanya.
Baca Juga: Level III PPKM, Bapenda Konsel Bersiap Pelayanan Online
