Tambah Fatar, dengan pergeseran anggaran sekira Rp 92 miliar tersebut, maka saat ini APBD Kota Baubau diperkirakan sudah terserap sebanyak 80 persen hanya uantuk penanggulangan COVID-19.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Baubau, H Zahari menerangkan, anggaran yang sudah ditetapkan itu seharusnya mampu mencukupi kebutuhan warga yang terdampak ekonomi. Dimana diperkirakan terdapat 11.000 KK di Kota Baubau yang belum tersentuh bantuan sosial.

"Mudah-mudahan itu bisa cukup. Karena akumulasi dari Sekda tadi, data warga terdampak COVID-19 di Kota Baubau itu masih banyak belum mendapat bantuan. Ada sekitar 19.000 KK yang harus ditanggulagi APBD provinsi dan APBD kota," jelas dia.

Baca juga:  Pesan di Balik Ruang Perawatan COVID-19 RS Bahteramas

Dia juga menyarankan agar Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Baubau dapat dengan baik mengelola anggaran yang diberikan. DPRD akan senantiasa mengawasi penggunaan uang rakyat tersebut.