"Kemungkinan yang dikirim itu data kemarin yang jumlahnya sebesar Rp 31 miliar. Karena kita belum tau sejauh mana ini kinerja Pemda terkait anggaran itu," ungkapnya.

Hingga kini, DPRD belum menerima salinan maupun arsip terkait rincian anggaran penanganan COVID-19 Pemda Busel. Jika merujuk pada PMK 35, seharusnya anggaran yang tersedia bukan Rp 31 miliar seperti yang dirincikan pada rapat sebelumnya melainkan Rp 100 miliar lebih.

"Hanya ada dalam poin PMK tersebut menjelaskan bisa 35 persen pemotongannya dengan alasan rasional," tambahnya.

Legislator tiga periode ini mengaku belum mengetahui kapan rapat kembali dijadwalkan. Semua tergantung pada kesiapan Pemda. Namun ia berharap rapat secepatnya digelar mengingat masyarakat sangat membutuhkan bantuan tersebut. Utamanya untuk para warga yang tengah menjalani proses karantina.

Saat berusaha dikonfirmasi, Kepala Badan Keuangan Busel, La Ode Karman, belum mau menjawab sambungan telepon wartawan.