BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Buton Selatan pada triwulan kedua tahun 2026 ini dinilai masih sangat rendah karena baru menyentuh angka 31,2 persen.

Kondisi memprihatinkan ini dianggap dipicu oleh belum dikucurkannya Dana Alokasi Umum yang Ditentukan Penggunaannya (DAU SG) dari pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Buton Selatan, Hasmin Joko, mengungkapkan rendahnya capaian ini diakui menjadi rapor merah, sebab secara perhitungan normal, serapan anggaran idealnya sudah harus berada di kisaran 50 persen pada pertengahan tahun ini.

Minimnya pasokan dana dari pusat membuat organisasi perangkat daerah (OPD) di Buton Selatan seolah lumpuh dan tidak bisa berbuat banyak.

Baca Juga: Sosok Cut Salwa Viral Diincar Warganet TikTok dan X, Beredar 4 Video Adegan Menantang