Streich mempropagandakan anti-Islam ke seluruh negaranya. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Swiss. Ia merasa mimbar dan kubah masjid tidak cocok dengan budaya negara itu. Ia juga menuding Islam sebagai agama teroris, pembuat onar, dan kekerasan.
Dalam usahanya menyingkirkan Islam dari Swiss, lelaki ini malah mempelajari Al-Qur’an dan Islam. Dengan harapan jika ia memahami ajaran Nabi Muhammad itu, maka ia akan mampu meruntuhkan iman kaum Muslimin.
Namun, yang terjadi ia malah terpesona dengan ajaran rahmatan lil ‘alamin ini. Hingga pada awal tahun 2010 lalu, Streich yang awalnya begitu membenci Islam, tiba-tiba dikabarkan telah menjadi penganut Islam.
Dikutip dari Wahdah.or.id, di masa-masa kampanye untuk menentang berdirinya menara masjid di negaranya, ia merasa perlu mengetahui Islam agar dapat berargumentasi dengan kalangan Muslim mengenai berbagai hal tentang keimanan, terutama ide-ide partainya yang menginginkan pelarangan menara masjid. Namun, tanpa disadarinya dia sedikit demi sedikit mendapatkan hidayah.
Kemudian melalui cara itu, ia pun semakin memahami Islam dan kemudian mengakui bahwa Al-Qur'an memberikan ajaran yang benar.
