"Namun saya tidak menganggapnya sesuatu yang serius saya disuruh ke sekolah Minggu tapi saya tidak gubris lalu setiap tahun kami merayakan Natal dan Paskah itupun sekedar ikut-ikutan saja sebab semua orang merayakannya, ada coklat dan kado-kado natal,” kata dia.

Baca Juga: Gadis Ini Putuskan Mualaf usai Mencoba Salat Pertama Kali

“Hari raya tersebut bagi saya tak berhubungan dengan Tuhan jadi murni perayaan saja. Bisa dibilang semua hari raya itu tak lebih daripada budaya saja," lanjutnya.

Saat itu dirinya sudah  mengetahui tentang Islam sebelum menjadi seorang mualaf. Kala itu, pandangannya tentang Islam terpengaruh oleh komunitas orang Pakistan. Dia melihat islam lewat cara mereka berpakaian, makanan, serta hal-hal yang lain.

"Saya juga melihat berita di dunia bahwa muslim itu jahat-jahat. Muslim itu teroris, suka memukul istri, istri dilarang bekerja dan harus tetap di rumah, cukup jadi ibu rumah tangga saja itulah persepsi saya dulu soal Islam. Tapi karena saya tidak punya teman yang Muslim, jadi saya tak khawatir dengan semua anggapan tadi. Kaum Muslim sekedar bagian dari negara ini, itulah sebabnya saya tidak mempermasalahkannya," katanya.