Namun stigma buruk itu ternyata berbanding terbalik dengan apa yang dilihatnya langsung selama berkenalan dengan seorang pria Muslim, sewaktu liburan musim panasnya ke Fuerteventura di Kepulauan Canaria, Spanyol, usai lulus sekolah pada usia 18 tahun.
“Ketika saya berumur 18 tahun, saya memutuskan pergi berlibur ke Canaries. Saat tiba di Fuerteventura, Canary Islands dan beberapa hari ada di sana, seorang pegawai hotel menawarkan dan mengajak saya keluar untuk minum kopi. Dia adalah Abdul, seorang Muslim dari Maroko,” katanya.
Setelah kembali dari Fuerteventura, Abdul kemudian meminta Alana kembali ke Canary Islands. Alana kemudian pergi mengunjungi Abdul. Setelah tiga kali kunjungan, keduanya menyadari bahwa mereka jatuh cinta.
“Setelah pertemuan itu, entahlah saya ingin tahu lebih jauh tentang kehidupannya terlebih agamanya.”
Alana lalu mencari tahu seperti apa sebenarnya Islam melalui buku-buku. Dan hal yang paling ia sepakati adalah Tuhan bukan dan tidak seharusnya berwujud manusia.
