Mantan Sekretaris DPD PDIP Provinsi Banten ini juga menyoroti terkait dengan wacana penggabungan AP I dan AP II menjadi satu perusahaan.
Baca juga: Demokrat Sambut Baik Vaksin COVID-19 dari Sinovac
"Ini juga berarti akan banyak terjadi perampingan, baik di jajaran manajemen, perampingan operasional, maupun perampingan keuangan. Mengingat peran kunci AP II sebagai gerbang masuk dan keluar Indonesia, peleburan dan perampingan ini kiranya harus dijalankan dengan mulus," katanya.
"Jangan sampai perampingan ini mengganggu operasional perusahaan dan menimbulkan benturan-benturan internal," sambung dia.
Diketahui, sebelumnya, PT Angkasa Pura II memperoleh fasilitas pinjaman maksimal Rp 750 miliar dari PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk. Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan pada Jumat 29 Mei 2020.
