Baca Juga: Mengabdi 45 Tahun, Pendeta Australia Putuskan Mualaf

Setelah kembali ke Amerika, Tom Facchine mulai mempelajari Islam. Ia menemukan keindahan dalam lantunan ayat suci Al-Qur'an dan merasa tersentuh setiap membacanya. Pertanyaan-pertanyaannya sebelumnya terjawab dengan mendalami agama Islam.

Akhirnya, Tom Facchine meyakinkan hatinya untuk memeluk Islam. Meski saat itu belum mengucapkan syahadat, ia tetap menjalankan ibadah salat dan puasa. Syahadatnya baru diucapkan setelah salah satu profesornya mengajaknya di sebuah masjid.

“Saya salat lima waktu dan ikut berpuasa. Tapi saat itu saya posisinya belum syahadat. Saya masih belum tahu apa itu syahadat,” ujarnya.

Istrinya pun mengikuti jejaknya menjadi mualaf dengan prosesnya sendiri. Saat ini, Tom Facchine aktif dalam berbagai kegiatan keislaman, termasuk menjadi imam masjid dan pengajar sejarah Islam.