Juga ada Kamus Belanda – Indonesia (W. van Hoeve); Kamus Inggris – Indonesia (KII, John M. Echols – Hassan Shadily), dan Kamus Bahasa Indonesia & Dayak Ngaju (KBI & DNg, Dr. Almalia Tara Elbaar dan kawan-kawan). Seperti halnya J.S.Badudu yang juga menyusun Kamus Peribahasa (KP), B.J. Marwoto dan H. Witdarmono kreatif menyusun Proverbia Latina, Pepatah-pepatah Bahasa Latin (PL PB, 2006). Menarik dan sangat kreatif!
Penulis buku Harsutejo lebih kreatif lagi. Ia menulis buku bertajuk "Kamus Kejahatan Orde Baru, Cinta Tanah Air dan Bangsa" (KKOBCTAB) yang terbit tahun 2010.
Dengan kamus, orang terbimbing berhati-hati agar dapat menggunakan kata secara tepat. Malah, terkadang menjadi kreatif, misalnya, kerap terdengar orang berkata, “Tak ada kamus untuk menyerah”. Padahal, mungkin hanya ingin mengatakan: “pantang menyerah” atau “lawan terus”. Tetapi, mungkin lantaran memang tidak tahu atau “terlalu kreatif”, akibatnya tak sedikit pula yang menyimpang,
Kata “hajar” dalam KBBI disebutkan juga ”meng.ha.jar” yang diberi arti 1) memukuli supaya jera, 2) membuat tidak berdaya (2022: 380). Tak diberi batas sampai sejauh apa tidak berdaya yang dimaksudkan. Sementara kata “berdaya” diberi arti 1) berkekuatan, berkemampuan, bertenaga, dan 2) mempunyai akal untuk mengatasi sesuatu. Diberi contoh ”mem.ber.daya.kan” yang diberi arti membuat berdaya (2002: 241). Untuk kata “tembak” jika itu dimaksudkan dengan “me.nem.bak” (verb), oleh KBBI diberi arti melepaskan peluru dari senjata api (2002: 1165).
Ragam dan Konteks
