KENDARI, TELISIK.ID – Setiap pagi buta, saat kebanyakan orang masih terlelap dalam hangatnya selimut, Nurdin (55), pria warga Kendari ini sudah bersiap menghidupkan mesin motornya.
Ia menyusuri jalanan Kota Kendari menuju tempat pelelangan ikan di Kendari Barat. Bukan karena tuntutan, tapi karena kecintaan pada keluarganya, dan pada impian yang begitu besar untuk anak-anaknya.
Sudah lebih dari satu dekade Nurdin menjalani hidup sebagai pedagang ikan keliling. Dari balik kesederhanaan profesi itu, tersimpan keteguhan hati yang luar biasa.
Pria yang tinggal di Perumnas Poasia ini tak pernah mengeluh, meski penghasilan yang ia peroleh tak menentu.
