Kepada Telisik.id, ia mengaku kondisinya yang tak berpendidikan, membuat dirinya tak ada pilihan lain selain menjadi pemulung.

"Mau diapa hanya ini yang bisa saya kerja. Dulu suamiku yang kerja, tapi sekarang dia sudah tua, sudah tidak kuat lagi jalan jauh," katanya, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga : Akibat Pandemi, Pedagang Ini Beralih Profesi Jadi Pemulung

Setiap hari pukul 06.00 pagi, ibu dari 9 orang anak ini pergi meninggalkan rumah, dan akan kembali pada malam hari. Dengan kedua kakinya ia mendorong gerobak, berkeliling mencari dan mengais sampah.

Sedang sang suami menunggu di rumah, membantu memilih dan memilah sampah sebelum dijual kembali.