Tajalli: Ketika Ayat Menjelma Realitas
Tajalli dalam tradisi sufistik berarti tersingkapnya cahaya Ilahi dalam batin. Ia bukan pengalaman mistik yang jauh dari realitas, tetapi perubahan konkret dalam akhlak dan kesadaran.
Ketika seseorang membaca ayat tentang kejujuran lalu berhenti berdusta—itulah tajalli. Ketika ia membaca tentang sabar lalu mampu menahan amarah—itulah tajalli. Ketika ia membaca tentang rahmat lalu memaafkan—itulah tajalli.
Ahl Al Quran adalah mereka yang mengalami proses ini. Rasulullah bersabda: “Ahl al-Qur’an adalah keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR. Ibn Majah)
Menjadi Ahl Al Quran bukan sekadar fasih melafalkan huruf, tetapi menjadikan diri sebagai cermin nilai-nilai wahyu. Sebagaimana ditegaskan oleh Ibn Kathir, Al Quran diturunkan sebagai petunjuk dan pembeda. Ia harus membedakan antara diri lama dan diri yang diperbarui.
