“Situasi keamanan dan kemanusiaan di El Fasher masih genting. Warga menghadapi kekurangan makanan, air, dan layanan kesehatan yang parah, terutama para pengungsi yang terputus dari bantuan dan layanan dasar,” demikian bunyi pernyataan kelompok relawan, Senin (29/9/2025).

Mereka juga memperingatkan adanya krisis kesehatan yang membayangi, dengan sejumlah jenazah yang belum dapat dikuburkan akibat kerawanan keamanan yang terus berlanjut.

Kelompok relawan lainnya, Coordination of Resistance Committees di El Fasher, mengonfirmasi laporan tersebut. Mereka menyebut angka kematian 95 orang sebagai bukti nyata penurunan drastis kondisi kemanusiaan di kota itu.

Kelompok tersebut juga melaporkan penembakan yang terus berlangsung, runtuhnya layanan dasar, serta penutupan sebagian besar dapur amal yang biasanya menjadi penopang kehidupan para pengungsi. Penutupan itu dipicu oleh kekurangan dana dan lonjakan harga kebutuhan pokok yang membuat operasional semakin sulit.

Sudan Doctors Network, sebuah lembaga swadaya masyarakat, juga melaporkan data serupa. Pada Kamis (25/9/2025), organisasi ini mencatat 23 kematian akibat malanutrisi yang menimpa anak-anak dan perempuan di El Fasher hanya dalam bulan ini.